Nggak pulang


Yah, jumat besok pulang kan?” tanya si kecil. Padahal hari itu baru hari Senin.
Ya pasti pulang lah” jawabku santai. Dan kedengaran suara tawa si kecil ujung telepon.
Sebagai anggota PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) alias pelaju Jakarta-Jateng, sudah kewajiban tiap jumat sore standby di stasiun menunggu keretaapi yang siap mengantar sampai kampung tujuan.
Yang enggak biasa, hampir tiap hari Tasya kecil selalu nanya hal yang sama, sampai hari kamis. Dan memang hari sabtu enggak ada tugas yang mengharuskan aku tetap di Jakarta, jadi jawabanku pun selalu sama.
Jumat siang, tanpa diduga-duga, sebuah surat tugas tergeletak dimejaku. Hari sabtu aku harus mendampingi temen-teman dari TI untuk program migrasi ke Linux. Buru-buru aku telepon ibunya Tasya, cerita kalau nggak bisa pulang. “Ya udah, nggak pa-pa, wong namanya tugas”.

Hari minggu, ketika aku coba telepon ke rumah, istriku bilang “Yah, adek ngambek. Nggak mau terima telpon dari ayah. Gara-gara ayah nggak pulang!!”
“Lho, emange ada apa ??”
Ternyata, pas malam minggunya, tasya kecil tampil nyanyi di sebuah acara. Dan ini merupakan kali pertama dia berani tampil di depan umum. Rupanya si kecil ingin membuat kejutan untukku, dan ingin penampilan perdananya bisa dilihat sang ayah.

Mudah-mudahan nak, kesempatan berikutnya masih ada.




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: