Pasaran (bagian II)


Setelah nama, ternyata masih ada bagian hidup saya yang termasuk pasaran juga. Wajah alias muka alias face.
Sudah puluhan orang yang menjadi korban karena salah melihatku sebagai orang lain. Pertamanya nggak nyadar sich, sampai suatu ketika, setelah saya kelar es em a, lagi asyik jalan ditegur disapa seorang cewek. Enggak pake kenalan, si mbak malah ngajak ngobrol. Sebisa mungkin aku aku imbangi obrolannya. Setelah sekian menit baru deh si mbak sedikit tersadar (mungkin karena obrolannya rada ga nyambung). Dan ternyata dia salah orang, dikira temennya yang ada di Jogja.
Setelah kejadian itu, acara mirip orang lain semakin banyak. Setiap kali ngumpul sama temen-temen sekolah, pasti ada yang komentar kalau saya mirip dengan teman kuliahnya. Bahkan, ketika kuliahpun, masih banyak yang mencoba memiripkanku dengan orang lain. Kali ini, temen satu kost, kakak kelas yang mirip denganku. Banyak temen yang salah, atau temen yang ngira aku adiknya. Bener-bener muka pasaran.
Pada awal-awal kerja, banyak juga yang komentar mirip, tetapi nggak ada yang sampe ketipu keliru.
Beberapa taun ini, komentar kayak gitu udah mulai nggak banyak. Mungkin tambah tua, garis di wajah semakin banyak, sehingga bisa berbeda dengan orang lain. Sampai beberapa minggu yang lalu,dua orang anak kecil, temennya anakku sekolah nyeletuk “Bapaknya tasya, kok mirip banget KAKA”. Wah kurang ajar nih anak, masak wajah cakep gini dibilang mirip Kaka Slank. Ternyata, bukan Kaka Slank tapi Kaka yang pemain bola dari Brazil itu. O…oo…o….
Kebetulan aku nggak begitu suka nonton sepakbola mendingan nonton voley pantai.
Ternyata beberapa orang, nggak cuma temennya anakku yang komentar begitu. Perlu diketahui, ditempatku nggak sedang ada wabah sakit mata, sehingga dipastikan orang-orang ini melihat dengan jelas.
Jadi, kalau anda melihat fotonya Kaka di deretan foto My Famili, sudah pasti tau alasannya kan

Doaku sekarang, semoga nggak ada orang-orang yang sewajah denganku yang menjadi teroris atau masuk dalam DPO. Bisa repot urusannya.


3 Tanggapan

  1. Punya banyak kemiripan wajah, untungnya kalau ketemu cewek cakep, dan dikira cowoknya ya Mas.
    Wah….lumayan, minimal langsung kena peluk dech.

  2. Kok ndilalah sampe sekarang nggak ada yang keliru sampe meluk-meluk. Mungkin bukan wajah pilihan ce2 cantik ya.

  3. saya juga pernah punya pengalaman dibilang cewek cakep katanya saya mirip primus, tapi kesokan harinya saya mendengar kabar cewek itu masuk ICU…kakakaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: